Haditsdan Sains Jelaskan Tujuh Lapis Bumi. Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 05 Mei 2017 06:11 WIB. (Foto: Universe Today) JAKARTA – Berbagai studi bidang geologi telah membuktikan bahwa bumi terdiri dari tujuh zona. Zona itu teridentifikasi dari lapisan dalam hingga luar. Lapisan penyusun bumi terdiri dari tujuh lapisan yaitu inti dalam
Inilahmekanisme alam yang melindungi bumi dan penghuninya dari penyinaran UV gelombang pendek yang berbahaya bagi kehidupan. Selaput paru-paru terdiri dari dua lapis. Selaput paru-paru membungkus alveolus-alveolus. Jumlah alveolus kurang lebih 300 juta buah. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali dari luas permuklaan tubuh
RingkasanMateri IPA Kelas 7 Semester 2, Bab 12 Tata Surya 1. Sistem Tata Surya . Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, komet, meteoroid, dan asteroid yang mengelilingi matahari. Planet yang dekat dengan matahari bergerak lebih cepat daripada planet yang jauh dari Matahari.
PPTLapisan Bumi Materi IPA SMP MTs Kurikulum 2013. Dvcodes.com. Lapisan Bumi merupakan salah satu materi IPA SMP/MTs Kurikulum 2013. Materi Lapisan Bumi diajarkan pada peserta didik kelas 9 SMP/MTs. Lapisan Bumi secara garis besar dibagi menjadi tiga lapisan utama, yaitu kerak bumi (crush), selimut bumi (mantle), dan inti bumi (core).. Apabila dilihat
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penciptaan 7 lapis langit dan bumiPenciptaan 7 lapis langit dan bumi terpisah dengan penciptaan Al-Arsy, Al-Qolam, surga, neraka, Kursiy, Air yang Al-Arsy berada di atasnya, dll karena itu semua berada diatas langit ke 7, yang berarti ruang dan waktu yang berada di atas langit ke 7 berbeda dengan ruang dan waktu yang ada di dalam 7 lapis langit dan bumi yang kita tempati dalam banyak ayat Al-Qur’an ada 7 ayat bahwa 7lapis langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari diantaranya QS 10 ayat 3, lafalnya, “ inna robbakumulllohal-ladzi kholaqos-samawati wal-ardho fi sittati ayyam…” yang artinya, “ Sesungguhnya robb Tuan, Tuhan kalian adalah Alloh yang telah menciptakan 7 lapis langit dan bumi dalam 6 hari…” Dalam frasa “fi sittati ayyam”yang artinya “dalam 6 hari “ , kata al-ayyamu adalah bentuk jamak dari kata al-yaumu. Al-yauma maknanya adalah waktu secara muhlak al-waqtu muthlaqon artinya tidak saja bermakna waktu antara terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau waktu dari setelah maghrib hingga maghrib berikutnya 24 jam tapi menunjukkan suatu waktu/masa/periode apa saja. Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut dalam frasa “sittati ayyam” enam hari bukanlah waktu/periode/masa antara setelah maghrib dengan maghrib berikutnya 24 jam atau waktu dari terbit fajar hingga terbenam matahari yang ada di bumi sekarangkarena kedua waktu ini ada setelah terbentuknya bumi padahal dikatakan dalam ayatQS 41 ayat 9bahwa bumi terbentuk setelah dua hari yaumaini penciptaan yang berarti hari-hari di bumi ada setelah dua hari penciptaan itu dan tentu dua hari penciptaan bukanlahseperti hari-hari di bumi sekarang 24 jam dan tentu hari-hari yang amat sangat lama dan Alloh yang paling tahu lamanya hari-hari itu. Kenapa hari-hari penciptaan adalah hari yang sangat amat lama? Dalam syari’at disebutkan bahwa jumlah hari itu ada 7 hari ke 1 disebut hari al-ahad, hari ke 2 disebut hari al-isnain, hari ke 3 disebut hari ats-tsalatsa’, hari ke 4 disebut hari al-arba’, hari ke 5 disebut hari al-khomis, hari ke 6 disebut hari al-jum’ah, dan hari ke 7 disebut hari as-sabt tidak ada hari ke 8, 9, 10, dst karena setelah hari ke 7 kembali ke hari ke 1. Atas dasar itu saya berasumsi bahwa jumlah hari yang 7 itu selain menunjukkan jumlah hari-hari yang ada di bumi yang ada sekarang juga menunjukkan jumlah hari dalam penciptaan. Lalu hari ke 7 penciptaan saya pandang sebagai hari akhir yaumul-akhir karena tidak ada hari setelah itu yakni hari ke 8, 9, 10, dst. Hari akhir yaumul-akhir itu menunjuk kepada waktu bagi kehidupan akherat dan kita tahu sifat kehidupan akherat itu lebih baik dan lebih kekal QS 87 ayat 17. Maka kalau hari ke 7 penciptaan itu adalah sebagai hari yang lamanya tak terbatas karena kekal maka tentu hari-hari penciptaan sebelumnya hari ke 1 sampai 6 juga adalah hari-hari yang amat sangat lama meski tidak kekal. Dalam 6 hari penciptaan, posisi kita sekarang berada pada hari ke 6 penciptaan dan dalam posisi nama hari-hari itu termasuk hari al-jum’ah. Hari ke 6 penciptaan diakhiri dengan terjadinya kiamat besar yang meliputi 7 lapis langit dan bumi dan itu bertepatan dengan hari al-jum’ah dalam waktu hari bumi seperti yang dikatakan dalam al-hadits bahwa hari kiamat itu terjadi pada hari al-jum’ah dan hari ke 7 penciptaan dimulai setelah peristiwa kiamat besar itu. Dengan demikian 7 lapis langit dan bumi tercipta artinya dari awal hingga berakhirnya sampai ajalnya dalam 6 hari penciptaan dengan lama hari yang hanya diketahui oleh Alloh. Kronologi Penciptaan 7 lapis langit dan BumiDikatakan di dalam QS 21 ayat 30, lafalnya,” …annas-samawati wal-ardho kanata rotqon fafataqnahuma...”, yang artinya, “…sesungguhnya 7 lapis langit dan bumi dulunya keduanya sebagai suatu yang padu, utuh lalu Kami memisahkan keduanya…”. Yang perlu diperhatikan dalam ayat ini adalah bahwa kata “rotaqo-yartuqu-rotqon” adalah lawan kata dari kata “fataqo-yaftuqu-fatqon”. Kalau makna fataqo-yaftuqu-fatqon adalah membelah, mengoyak/memecah, memisahkan maka kata rotqon mashdar dari kata rotaqo adalah sesuatu yang utuh, padu yang belum terbelah, terkoyak, terpisah. Jadi pada awalnya 7 lapis langit dan bumi adalah sesuatu yang utuh, padu, artinya dia ada, bukan suatu ketiadaan atau titik singular. Ada karena diciptakan Alloh Yang Maha Pencipta. Ketika itu waktu dan ruang yang kita tempati ini dan ruang yang ditempati seluruh benda langit bintang-bintang, galaksi, dll belum ada, yang ada adalah ruang dan waktu yang lain yang berbeda sifatnya dengan ruang dan waktu 7 lapis langit dan bumi. Kita tidak tahu berapa besar dan bagaimana bentuk dari suatu yang padu, utuh, cikal bakal 7 lapis langit dan bumi itu, tapi kita bisa memperkirakan kalau kita bisa tahu jumlah seluruh materi 7 lapis langit dan bumi mungkinkah? Secara tepat itu tidak mungkin, tapi kita bisa memperkirakan dengan asumsi-asumsi. Bentuknya mungkin bulat karena bulat adalah bentuk umum benda-benda angkasa dan karena bentuk bulat bisa mengembang membentuk ruang ke segala arah dengan jarak yang sama Lalu sesuatu yang utuh, padu itu dibelah, dikoyak/dipecahkan, dipisahkan oleh suatu kehendak Sang Pencipta karenanya dikatakan “Kami memisahkan membelah, mengoyak/memecahkan keduanya”. Bisa jadi dengan suatu ledakan besar Big Bang tapi ini perlu dikritisi karena suatu ledakan itu sifatnya tidak terkontrol dan acak padahal dalam ayat tersebut disebutkan adanya suatu “kehendak” yang berarti terkontrol, ada suatu kesengajaan, dan terencana. Bisa jadi bukan dengan suatu ledakan besar, misalnya suatu yang padu, utuh itu adalah sesuatu super pejal/ kepadatannya super padat seperti kepadatan materi yang membentuk inti suatu materi inti atom lalu ditentukan suatu ukuran inti materi dengan berbagai macam materi misalnya Hidrogen satu satuan inti, 1 proton, Helium dua satuan inti, 2 proton, dst dengan komposisi yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta inti Hidrogen menempati posisi terbanyak dan itu dapat kita ketahui dari unsur penyusun 7 lapis langit dan bumi atau ditentukan suatu ukuran inti materi yang sama secara keseluruh yakni inti Hidrogen atau seukuran satu proton lalu dalam perkembangannya membentuk unsur-unsur yang lain. Lalu dengan adanya gaya tolak menolak elektik maka inti meteri itu saling menjauh ke segala arah membentuk ruang mengembang. Atau dengan cara apa saja yang dapat kita perkirakan. Atau dengan suatu cara yang hanya diketahui Alloh saja. Dari sesuatu yang utuh, padu itu pada bagian paling luarnya akan menjadi bakal/bahan pembentuk dinding/atap langit yang pada akhirnya nanti membentuk dinding/atap langit lapis yang ke 7 lalu mengembang membentuk ruang yang nantinya ditempati benda-benda langit dan bumi. Mengembang semakin besar dan permukaan dinding/atap langit semakin luas dan semakin tinggi seiring dengan berjalannya waktu. Maka pertama-tama tentu tercipta terlebih dahulu secara sempurna adalah satu langit as-sama’ dan ke 7 lapis langit as-samawatibelum terbentuk/tercipta. Dikatakan dalam QS 79 ayat 27-30, lafalnya “ A antum asyaddu kholqon amis-sama-u banaha. Rofa’a samkaha fasawwaha. Wa aghthosya lailaha wa akhroja dhuhaha. Wal-ardho ba’da dzalika dahaha. “, yang artinya “ Apakah kalian lebih sulit penciptaannya ataukah langit as-sama’?. Kami lah yang membangun langit sebagai suatu bangunan. Dia, Alloh meninggikan bangunannya dan menyempurnakannya. Lalu Dia, Alloh menjadikan gelap malamnya dan mengeluarkan waktu dhuhanya waktu siangnya yang terang benderang. Setelah itu setelah ada siang dan malam lalu bumi dihamparkan-Nya.” Tentu saja penciptaan langit as-sama-a itu jauh lebih besar dan sulit dan layaknya suatu bangunan tentu ada sekat, ada ruang, ada pintu. Sekat itu memisahkan antara ruang dan waktu yang kita tempati dengan ruang dan waktu yang berada di atasnya tempat Arsy, surga, Kursiy, dll. Adanya pintu langit itu dibuktikan dengan peristiwa isro’-mi’roj Rosululloh saw ke sidrorul-muntaha. Setelahsekat dinding/atap langit ditinggikan dan terus meninggi dan disempurnakan maka terciptalah gelap malam dan terang siang. Dan kita paham yang dimaksud dengan malam adalah bagian yang tidak terkena sinar matahari atau bintang dan siang adalah bagian yang terkena sinar matahari atau bintang dan siang dan malam itu tentu berkaitan dengan planet-planet termasuk bumi. Sebelum di bumi terbentuk tanah/daratan yang ada adalah lava pijar yang meliputi seluruh permukaan bumi, karena kita tahu bahwa tanah, batu yang melingkupi permukaan bumi sekarang ini berasal dari lava yang telah membeku. Dengan berlalunya waktu yang panjang lama-kelamaan lava pijar itu membeku menjadi tanah yang meliputi seluruh permukaan bumi membentuk lapisan kerak bumi yang paling bawah maka terbentuklah bumi dan hal ini jika dihitung dari sejak 7 lapis langit dan bumi sebagai suatu yang padu, utuh membutuhkan waktu dua hari penciptaan yaumaini seperti yang dikatakan dalam QS 41 ayat 9, lafalnya “ Qul a innakum latakfuruna bil-ladzi kholaqol-ardho fi yaumaini…” yang artinya “ katakan wahai Muhammad saw apakah pantas kalian ingkar kepada yang menciptakan bumi dalam dua hari…” Setelah bumi terbentuk dan suhu permukaan bumi memungkinkan air dalam bentuk cair maka terjadilah hujan pertama, seperti yang dikatakan dalam QS 80 ayat 25-32 , lafalnya “ Anna shobabnal-ma-a shobba. Tsumma syaqoqnal-ardho syaqqo. Fa-ambatna fiha habba. Wa inabaw- wa qodhba. Wa zaituna wa nakhla. Wa hadaiqo ghulba. Wa fakihataw-wa abba. Mata’al-lakum wa li an’amikum. “ yang artinya, “ Sesungguhnya Kami Alloh benar-benar yang telah mencurahkan air hujan dari langit. Kemudian Kami belah koyak/pecah bumi dengansebenar-benarnya. Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu. Pohon Zaitun dan pohon kurma. Kebun-kebun yang lebat. Pohon buah-buahan dan rumput-rumputan. Untuk kesenangan kalian dan binatang ternak kalian. “ Setelah hujan pertama terjadi maka terjadilah perubahan di permukan bumi karena hujan yang pertama itu dilanjutkan dengan hujan-hujan berikutnya secara berulang. Permukaan bumi terbelah/terpecah membentuk lempeng-lempeng lalu terbentuklah gunung-gunung dan lapisan-lapisan kerak bumi dan pada kondisi yang kondusif baru ditumbuhkanlah biji-bijian maka munculah kebun-kebun hutan yang lebat dan pohon buah-huahandi bumi itu yang dipersiapkan untuk para penghuninya semua hewan, binatang ternak, manusia, dll. Semua ini jika terhitung sejak 7 lapis langit dan bumi sebagai suatu yang padu, utuh membutuhkan waktu empat hari penciptaan, seperti yang dikatakan dalam QS 41 ayat 10, lafalnya “ Wa ja’ala fiha rowasiya min fauqiha wa baroka fiha wa qoddaro fiha aqwataha fi arbati ayyamin sawa-al-lis-sa-ilin.” yang artinya, “ Lalu Dia, Alloh menciptakan di atas bumi itu gunung-gunung lalu Dia, Alloh memberkatinya dan menentukan kadar makanan sesuai kebutuhan penghuninya dikemudian hari dalam empat hari penciptaan.” Setelah itu dilanjutkan ke penciptaan langit as-sama-u menjadi 7 lapis langit sab-as-samawatu dalam dua hari penciptaan, dikatakan dalam QS 41 ayat 11-12, lafalnya “ tsummastawa ilas-sama-i wa hiya dukhonun fa qola laha wa lil-ardhi’tiya thouan auw karhan qolata ataina tho-i’in. faqodhohunna sab’a samawatin fi yaumaini wa auha fi kulli sama-in amroha wa zayyannas-sama-ad-dunya bi mashobiha wa hifzhon…” yang artinya “ Kemudian Dia menujulangit as-sama-u dan langit itu masih merupakan asap nebula lalu Diaberkata kepadanya dan kepada bumi “ Datanglah kamu berdua dengan suka atau tidak suka terpaksa untuk memenuhi perintah-Ku “ keduanya menjawab “ Kami datang dengan suka hati “. Maka Dia Alloh menjadikannya 7 lapis lapis langit dalam dua hari penciptaan dan Dia mengilhamkan kepada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit dunia langit pertama dengan pelita-pelita bintang-bintang dan penjagaan…” Selama penciptaan dari satu langit as-sama-u menjadi 7 lapis langit sab’as-samawatu dalam dua hari penciptaan ini dan jika dihitung dari awalnya yang berbentuk suatu yang padu, utuh hingga terciptanya 7 lapis langit memerlukan waktu 6 hari penciptaan bumi terus berkembang dengan adanya berbagai jenis penghuni-penghuni berbagai jenis binatang diantaranya berbagai macam saurus dan ciptaan yang terakhir dalam jenisnya, yakni manusia, didahului denganpenciptaan Adam as langsung dari tanah dan kita tahu Adam as diciptakan pada hari al-jum’ah setelah waktu Ashr, dimasukkan ke dalam surga pada hari al-jum’ah, dan dikeluarkan dari surga dan turun ke bumi pada hari al-jum’ah dan kita tahu hari al-jum’ah adalah hari ke 6, kenapa tidak kita katakan bahwa yang dimaksud dengan hari ke 6 al-jum’ah ini adalah juga hari penciptaan, sehingga kita katakan Adam as diciptakan pada hari ke 6 penciptaan seukuran waktu Ashr menurut hari penciptaan itu dan sejak itu manusia berkembang hingga sebanyak manusia yang ada saat ini. Sehingga sekarang kita berada mendekati akhir dari hari ke 6 penciptaan. Hari ke 6 penciptaan berakhir dengan adanya kiamat besar dan itulah umur 7 lapis langit dan bumi dan adalah tepat kalau dikatakan bahwa 7 lapis langit dan bumi diciptakan dalam 6 hari penciptaan. Lihat Humaniora Selengkapnya
7 lapis bumi dan penghuninya